Oleh: melanirahayuningsih | April 17, 2011

Misteri Jack The Ripper Terpecahkan

Sejarawan Afrika Selatan yakin telahmemecahkan misteri Jack the Ripper, penjahat Inggris yang membunuh beberapa wanita dan kasusnya sudah berlangsung seratus tahun lebih.Charles van Onselen, sejarawan Afrika Selatan itu, mengatakan awalnya tidak yakinapakah akan mempublikasikan kesimpulannya soal siapa itu Jack the Ripper?Yang jelas, ia telah menemukan misteri Joseph Silver, kriminal internasional yangditakuti dan juga meneror para wanita dan dijuluki sebagai “King of the Pimps” diJohannesburg, Afrika Selatan. Intinya, ia mengatakan bahwa Silver adalah Jack theRipper.Sejarawan ini sudah tahu bahwa akan ada yang mendebat balik, khususnya dari Inggris, negara yang ia sebut sebagai suka membuang para kiriminal, termasuk para penjahatyang beraksi pada 1888 di Whitechapel, sebuah lokasi di London. Ini adalah tahundimana kasus Ripper mencuat.Serangan seksual yang mengerikan di London itu, yang hanya diketahui dilakukan Jack the Ripper itu, tidak pernah terpecahkan itu menjadi salah satu warisan sejarah Inggristerbesar.Van Onselen menerbitkan “The Fox and The Flies: The World of Joseph Silver,Racketeer and Psychopath” pada April lalu. Dan kisah di dalam tulisannya itu dianggapsebagai terpecahnya misteri Jack the Ripper.Van Onselen, melakukan riset selama tiga puluh tahun, dan menyinggung kasus Ripper pada babak akhir, bab 25, yang ditulis dalam 36 bulan terakhir. Buku itu dianggappengamat sebagai sebuah karya besar. Namun yang mengkritik juga banyak.

“Abaikan the Ripper,” kata seorang pengamat Inggris. Ia mengatakan kesimpulan itulemah. Ada belasan orang yang kemungkinan menjadi Jack the Ripper yang sebenarnya.Lepas dari itu, Van Onselen, seorang penulis jago, mengambil kesimpulan dengan mulaimeneliti sejarah kriminal di Afrika Selatan, bidang keahliannya. Ia menemukan namaSilver. Ia sedang meneliti perdagangan budak kulit putih dan menemukan nama Silver,penjahat utama di Johannesburg, dan paling berbahaya di Afrika Selatan.Silver, lahir di Kielce, Polandia pada 1868, dan tiba di Johannesburg pada 1898 dandihukum karena perampokan. Silver pernah tinggal di London satu dekade sebelum tibadi Afrika Selatan.Ada bukti bahwa Silver juga tinggal di Whitechapel, persis pada saat isu Ripper mencuatdan menghebohkan Inggris dan dunia saat itu.Dikatakan, banyak orang yang bisa dianggap sebagai Ripper sebenarnya. Namun tak satupun dari mereka yang pernah terbukti bersalah dan tak satu pun yang dihukum.Salah satu yang disangka sebagai Ripper adalah warga miskin yang tinggal diWhitechapel, bernama Kosminski, sama seperti Silver, juga adalah seorang YahudiPolandia.Pada saat bersamaan, warga London berspekulasi bahwa pembunuh itu adalah seorangetnis Yahudi, yang kemudian menimbulkan ketakutan di kalangan Yahudi akanberjangkitnya sentimen anti-Yahudi di Inggris dan di Eropa.Tak lama setelah tiba di Johannesburg, Silver membuka sejumlah kafe, toko cerutu danrumah bordil yang dilindungi polisi. Bisnisnya itu didukung oleh sebuah geng di NewYork, yang beranggotakan orang-orang Yahudi Rusia-Polandia.Silver cukup cerdik. Ia pernah menulis surat ke beberapa media dengan berbagai namaalias, salah satunya Silver. Ia juga mengancam polisi lewat berbagai surat gelap.Di Johannesburg, Silver juga berperan sebagai informan polisi, sekaligus sebagaipenjahat, dan juga melakukan serangkaian serangan seksual yang membuat AfrikaSelatan menjadi heboh.Van Onselen, putra seorang detektif, melacak Silver ke empat benua. “Saya tercengang,betapa mobile-nya pria ini,” kata Van Onselen. Silver hidup di banyak tempat.Dengan perjalanan kapal murah, Silver pernah menjelajahi Samudera Atlantik, dariAfrika Selatan menuju Buenos Aires, lalu ke Santiago, Paris, lanjut ke Brussels, danberakhir di Polandia. Di Polandia, dia dieksekusi karena perannya sebagai mata-matapada 1918.

Van Onselen menekankan ada kesamaan kuat karakter antara subjek bukunya, yakniSilver dan Jack the Ripper, pelaku pembunuhan di Whitechapel, London. Keduanyasama-sama psikopat, dan sangat membenci wanita. Silver dan Ripper sama-sama pernahmemiliki hubungan pahit dengan wanita sepanjang hidupnya.“Dalam konteks kesamaan usia, kepribadian, penyakit mental, pola hidup, karakter pelaku pembunuhan itu adalah yang paling pas dari selama ini yang pernah ditemukan,”kata Van Onselen, yang bangga karena merasa bahwa dia telah membuat kesimpulanbesar dan dengan tali temali yang paling penting, untuk menyimpulkan bahwa Silver adalah Ripper.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: