Oleh: melanirahayuningsih | November 29, 2010

FILSAFAT HUKUM

JAWABAN TUGAS FILSAFAT HUKUM NO 1-14
1. Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan,menurut
1) Cicero, filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan ).
2) Plato ( 428 -348 SM ) : Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada.
3) Aristoteles ( (384 – 322 SM) : Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.
4) Notonegoro: Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang disebut hakekat.
5) Harold H. Titus (1979 ): (1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi; (2) Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan; (3) Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.
2. Tujuan Filsafat ada dua macam:
1) Tujuan Teoritis. Maksudnya: filsafat berusaha untuk mencapai kenyataan / mencapai hal yang nyata.
2) Tujuan Praktis, Tujuan ini biasanya dianut oleh dunia timur (Indonesia).
Tujuan ini mempergunakan hasil daripada filsafat yang teonetis untuk memperoleh pedoman hidup, guna dipraktekkan dan dijadikan pedoman dalam praktik kehidupan.
3. Kegunaan Berfilsafat ada empat
1) Sebagai dasar dalam bertindak.
2) Sebagai dasar dalam mengambil keputusan.
3) Untuk mengurangi salah paham dan konflik.
4) Untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang selalu berubah.
4. Seseorang mampu berfilasafat karena orang tersebut memiliki keberanian untuk menguji secara kritis hal-hal yang diyakini, dihadapkan kepada suatu pernyataan yang dianggap keliru, Kesediaan untuk mengajukan hipotesis-hipotesis tentatif dan memberikan tanggapan awal terhadap suatu pernyataan filsafat, tidak peduli sekonyol apa pun tampaknya tanggapan kita pada saat itu, Tekad untuk menempatkan upaya mencari kebenaran di atas kepuasan karena “menang” atau kekecewaan karena “kalah” dalam perdebatan, dan kemampuan untuk memisahkan kepribadian seseorang dari materi diskusi, agar tidak menyebabkan kekaburan berpikir atau konflik pribadi sehingga dapat menghambat proses diskusi filsafat.
5. Perbedaan filsafat dengan ilmu pengetahuan.
Filsafat Ilmu Pengetahuan
Objek Material / lapangan Bersifat universal yaitu segala sesuatu yang ada/realita Bersifat khusus dan empiris, ilmu hanya terfokus pada disiplin bidang masing-masing secra kaku dan terkotak-kotak, sedangkan kajian filsafat tidak terkotak-kotak dalam disiplin tertentu
Objek Formal/sudut pandang • Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas sehari-hari
• Filsafat memberikan penjelasan yang terakhri, yang mutlak, dan mendalam sampai mendasar [primary cause]
• Filsafat = berpikir kritis atau selalu mempertanyakan segala hal tanpa ada eksperimen • ilmu bersifat diskursif, yaitu menguraikan secara logis, yang dimulai dari tidak tahu menjadi tahu.

• ilmu menunjukkan sebab-sebab yang tidak begitu mendalam, yang lebih dekat, yang sekunder
• ilmu pengetahuan = selalu dengan eksperiman untuk menemukan jawaban dari pertanyaannya
6. Ciri-ciri berfikir filsafat
o Kritis= Senantiasa mempertanyakan sesuatu
o Radikal=Mendalam; sampai ke akar-akarnya
o Konseptual= Generalisasi dan abstraksi dari berbagai pengalaman khusus
o Koheren=Runtut; konsisten; tidak acak; tidak kacau; dan tidak fragmentaris
o Rasional= Sesuai dengan nalar; hubungan logis antar bagian-bagian
o Komprehensif= Menyeluruh; tidak parsial; tidak fragmentaris
o Universal= Berlaku dimanapun; kapanpun; dalam situasi bagaimanapun
o Spekulatif= Kebenarannya bersifat dugaan, tapi rasional
o Sistematis= Ada hubungan antar unsur; keseluruhan runtut
o Bebas= Tidak terkekang; kreatif.
7. Pengertian kebenaran yang hakiki adalah adalah menyerahkan segala sesuatunya hanya kepada-Nya. . . yaitu menjadi seorang yang menyerahkan segala sesuatunya hanya kepada-Nya, Allah SWT, adalah satu-satunya perbuatan yang mencerminkan bahwasanya kita mengerti, memahami dan mau mengaplikasikan hakikat dari sebuah kebenaran. . .sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa kebenaran hakiki adalah kebenaran yang datangnya dari tuhan dan tidak dapat diganggu gugat.
8. Filsafat mampu mencapai kebenaran yang hakiki karena proses berfikir filsafat itu bermula dari apa yang terjadi kemudian bagaimana itu terjadi dan lebih dalamnya adalah mengapa itu terjadi (what-how-why). Filsafat mamiliki dua dimensi yaitu dimensi proses dan dimensi hasil/filosofi.
9. Pengertian das sollen adalah segala sesuatu yang mengharuskan kita untuk berpikir dan bersikap. Contoh : dunia norma, dunia kaidah dsb. Dapat diartikan bahwa das sollen merupakan kaidah dan norma serta kenyataan normatif seperti apa yang seharusnya dilakukan.
Pengertian das Sein adalah segala sesuatu yang merupakan implementasi dari segala hal yang kejadiannya diatur oleh das sollen dan mogen. Dapat dipahami bahwa das sein merupakan peristiwa konkrit yang terjadi.
10. Cara bekerja filsafat
Ciri-ciri dan cara kerja filsafat
• Mengkaji dan menganalisis konsep-konsep, asumsi, dan metode ilmiah.
• Mengkaji keterkaitan ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya.
• Mengkaji persamaan ilmu yang satu dengan yang lainnya, tanpa mengabaikan persamaan kedudukan masing-masing ilmu
• Mengkaji cara perbedaan suatu ilmu dengan ilmu yang lainnya.
• Mengkaji analisis konseptual dan bahasa yang digunakannya.
• Menyelidiki berbagai dampak pengetahun ilmiah terhadap:
– cara pandang manusia
– hakikat manusia
– nilai-nilai yang dianut manusia
– tempat tinggal manusia
– sumber-sumber pengetahuan dan hakikatnya
– logika dengan matematika
– logika dan matematika dengan realitas yang ada
11. Guna belajar filsafat adalah :
• Filsafat membantu kita memahami bahwa sesuatu tidak selalu tampak seperti apa adanya.
• Filsafat membantu kita mengerti tentang diri kita sendiri dan dunia kita
• Filsafat membuat kita lebih kritis
• Filsafat mengembangkan kemampuan kita dalam:
– menalar secara jelas
– membedakan argumen yang baik dan yang buruk
– menyampaikan pendapat secara jelas
– melihat sesuatu melalui kacamata yang lebih luas
– melihat dan mempertimbangkan pendapat dan pandangan yang berbeda.
• Filsafat dapat memberi bekal dan kemampulan pada kita untuk memperhatikan cara pandangan kita sendiri dan pandangan orang lain dengan kritis.
12. Tokoh Filsuf Yunani yang sangat berpengaruh dan ajarannya
• Thales (635-545 SM)= berusaha menjawab pertanyaan: apa asal-usul segala sesuatu. Menurut Thales, bahan dasar dari segala sesuatu adalah air.
• Pythagoras (580-500 SM)= Pythagoras mengajarkan bahwa jiwa itu kekal, dan dapat berpindah-pindah. Sesudah kematian, jiwa berpindah kepada hewan, dan begitu seterusnya.
• Socrates (470 SM – 399 SM)= Pengejaran pengetahuan hakiki melalui penalaran dialektis menjadi pembuka jalan bagi para filsuf selanjutnya. Perubahan fokus filsafat dari memikirkan alam menjadi manusia juga dikatakan sebagai jasa dari Sokrates.
• Plato= filsafat pada intinya tidak lain daripada dialog, dan filsafat seolah-olah drama yang hidup, yang tidak pernah selesai tetapi harus dimulai kembali. Hampir seluruh tulisan Plato adalah berupa dialog.
13. Tokoh Filsuf Islam
• Al-Ghazali menjelaskan bahwa kegunaan logika dalam filsafat Yunani yang dibicarakannya dalam buku tersebut adalah untuk membedakan suatu pengetahuan (al-Ilm) dan dengan pengetahuan, seorang manusia bisa menyempurnakan kepribadiannya, sehingga membawa kepada kebahagian di akhirat. Secara ringkas al-Ghazali menulis bisa menyempurnakan kepribadiannya, sehingga membawa kepada kebahagiaan akhirat.
• Ibnu Sina (980-1037), ia percaya bahwa manusia punya tubuh dan jiwa. Ibn Sina membagi tiga bagian jiwa manusia : Jiwa alami (nabati), jiwa hewani (hayawani) dan jiwa rasional, Tiap bagiannya mempunyai tujuannya (entelechy) masing-masing dan mengatur daya-daya yang melakukan khusus.
• Al Farabilah yang membantu Ibnu Sina memahami ajaran metafisika Aristoteles. Al Farabi juga disebut-sebut sebagai musikus handal. Kitabmusik karyanya Buku Besar Tentang Musik (Kitab Al Musiq Kabir).
14. Kemukakan 5 pertayanyaan yang perlu diketahui tentang filsafat:
1) Apa pengertian dari filsafat?
2) Apakah pengertian dari hakikat hidup itu?
3) Apakah manusia itu?
4) Apakah yang dapat saya ketahui dari filsafat?
5) Bagaimana cara filsafat menyelesaikan suatu permasalahan?
15. Definisi filsafat hukum :
• Soetikno, Filsafat hukum adalah mencari hakikat dari hukum, dia inginmengetahui apa yang ada dibelakang hukum, mencari apa yang tersembunyi di dalam hukum, dia menyelidiki kaidah-kaidah hukum sebagai pertimbangan nilai, dia memberi penjelasan mengenai nilai, postulat (dasar-dasar) sampai pada dasar-dasarnya, ia berusaha untuk mencapai akar-akar dari hukum.
• Satjipto Raharjo, Filsafat hukum mempelajari pertanyaan-pertanyaan dasar dari hukum. Pertanyaan tentang hakikat hukum, tentang dasar bagi kekuatan mengikat dari hukum, merupakan contoh-contoh pertanyaan yang bersifat mendasar itu. Atas dasar yang demikian itu, filsafat hukum bisa menggarap bahan hukum, tetapi masing-masing mengambil sudut pemahaman yang berbeda sama sekali. Ilmu hukum positif hanya berurusan dengan suatu tata hukum tertentu dan mempertanyakan konsistensi logis asa, peraturan, bidang serta system hukumnya sendiri.
• Menurut Purnadi Purbacaraka Dan Soerjono Soekanto
Filsafat hukum adalah perenungan dan perumusan nilai-nilai, kecuali itu filsafat hukum juga mencakup penyerasian nilai-nilai, misalnya penyelesaian antara ketertiban dengan ketenteraman, antara kebendaan dan keakhlakan, dan antara kelanggengan atau konservatisme dengan pembaruan.
• Menurut Lili Rasjidi, Filsafat hukum berusaha membuat “dunia etis yang menjadi latar belakang yang tidak dapat diraba oleh panca indera” sehingga filsafat hukum menjadi ilmu normative, seperti halnya dengan ilmu politik hukum. Filsafat hukum berusaha mencari suatu cita hukum yang dapat menjadi “dasar hukum” dan “etis” bagi berlakunya system hukum positif suatu masyarakat (seperti grundnorm yang telah digambarkan oleh sarjana hukum bangsa Jerman yang menganut aliran-aliran seperti Neo kantianisme).
• Menurut M. van Hoecke, filsafat Hukum adalah filsafat umum yang diterapkan pada gejala-gejala hukum (WAT IS RECHTSTEORIE, 1982: 83-87). Dalam filsafat dibahas pertanyaan-pertanyaan terdalam berkenaan makna, landasan, struktur, dan sejenisnya dari kenyataan. Dalam Filsafat Hukum juga dibedakan berbagai wilayah bagian antara lain:
1) Ontologi Hukum: penelitian tentang hakiakt hukum dan hubungan antara hukum dan moral;
2) Aksiologi Hukum: penetapan isi nilai-nilai, seperti keadilan, kepatutan, persamaan, kebebasan, dsb;
3) Ideologi Hukum: pengejawantahan wawasan menyeluruh tentang manusia dan masyarakat;
4) Epistemologi Hukum: penelitian terhadap pertanyaan sejauh mana pengetahuan tentang “hakikat” hukum dimungkinkan;
5) Teologi Hukum: menentukan makna dan tujuan dari hukum;
6) Teori-ilmu dari hukum: ini adalah filsafat sebagai meta-teori tentang Teori Hukum dan sebagai meta-teori dari Dogmatika Hukum;
7) Logika Hukum: Penelitian tentang kaidah-kaidah berfikir yuridik dan argumentasi yuridik. Bagian ini sering dipandang sebagai suatu bidang studi tersendiri, yang telah melepaskan diri dari Filsafat Hukum.
16. 5 definisi tentang filsafat hukum berdasarkan analisis
17. Hasil diskusi
18. Untuk apa mempelajari filsafat hukum adalah memperluas cakrawala pandang sehingga dapat memahami dan mengkaji dengan kritis atas hukum dan diharapkan akan menumbuhkan sifat kritis sehingga mampu menilai dan menerapkan kaidah-kaidah hukum.
19. Yang diperlukan dalam filsafat hukum adalah pengertian hukum yang bersifat umum, dasar kekuatan mengikat dari hukum, dan kodrat hukum
20. Berfikir radikal adalah berfikir hingga keakar permasalahan
21. Berfikir radikal dalam filsafat hukum adalah berfikir hingga keakar dan berfikir hingga kehakikat hingga kesubstansi yang difikirkan mengenai hakekat dan hal-hal fundamental dan marginal dari hukum dalam segala aspeknya, yang peninjauannya berpusat pada empat masalah pokok, yaitu: 1) hakekat pengertian hukum; 2) cita dan tujuan hukum; 3) berlakunya hukum (Geltung des Rechts) dan 4) pelaksanaan/pengalaman hukum (Abwendung des Rechts).
22. Berfikir tingkat tinggi dapat memperoleh kebenaran yang hakiki dikarenakan cara berfikir tingkat tinggi berarti berfikir dengan melihat secara luas dari berbagai sudut pandang sehingga dapat memperoleh jawaban dari segala aspek.
23. Berfikir sistematis mampu menemukan kebenaran hukum yang hakiki karena cara berfikir sistematis lebih berfikir dengan cara runut (bertahap menurut patokan tertentu) dan teratur sehingga mampu menemukan kebenaran hukum yang hakiki
24. Berfikir dengan tanggungjawab mampu menemukan kebenaran hukum yang hakiki karena berfikir dengan tanggungjawab akan mampu selalu terbuka untuk dipersoalkan kembali dan diuji untuk memperoleh kebenaran yang lebih pasti dan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.
25. Kegunaan memperlajari filsafat hukum secara umum adalah memperluas cakrawala pandang sehingga dapat memahami dan mengkaji dengan kritis atas hukum dan diharapkan akan menumbuhkan sifat kritis sehingga mampu menilai dan menerapkan kaidah-kaidah hukum.
26. Kegunaan mempelajari filsafat hukum bagi PKn adalah untuk mencari keadilan yang hakiki yaitu keadilan yang sesungguhnya demi mencapai kesejahteraan
27. Perbedaan filsafat hukum dan ilmu hukum lainnya adalah filsafat hukum mempelajari dengan lebih mendalam dengan mengetahui apa yang ada dibelakang hukum dan berusaha untuk mencapai akar-akar dari hukum sedangkan ilmu hukum lainnya hanya berurusan dengan tata hukum tertentu dan mempertanyakan konsistensi logika asas, peraturan, bidang serta sistem hukumnya sendiri.
28. Perbedaan kebenaran filosofi dalam hukum dan kebenaran ilmiah


Responses

  1. Berfikir mengenai hukum menurut saya adalah berfikir mengenai hak dan kewajiban. Di suatu negara ada para akhli hukum para pelaksana hukum para penyusun hukum para penegak hukum. Mereka bertitik tolak dari perumusan dan penegakan “hak dan kewajiban”. Tinjauan dan penegakan hal normatif “kewajiban dan hak” yang seimbang dan jelas ini merupakan tonggak dari tegaknya hukum. Ketidak jelasan atas “hak dan kewajiban” menyebabkan terjadinya ketimpangan yang pada gilirannya menciptakan dis harmoni, terjadinya ekspoitasi yang kuat kepada yang lemah karena umumnya pada saat merumuskan “hak dan kewajiban” fihak pemilik kekuasaan cenderung merumuskannya dengan tidak seimbang. Dari kondisi inilah mulai terjadinya erosi dan munculnya potensi “penyakit menular” yang menggerogoti suatu tatanan yang sudah mapan menjadi “tatanan yang sakit”. Bila hal ketimpangan “hak dan kewajiban” tersebut diatas, berjalan dengan terus menerus, maka dapat dipastikan berujung kepada kehancuran suatu bangsa …

    • Terimakasih atas komentar anda ditulisan ini, saya sangat setuju dengan pendapat anda, memang benar hukum tidak berjalan dengan baik apabila penguasa cenderung berpihak pada satu sisi atau dikatakan tidak seimbang. Kondisi inilah yang sedang terjadi di negara kita, banyak pihak yang belum bisa menyeimbangkan antara hak dan kewajiban, bahkan yang terlihat adalah penuntutan akan hak tetapi tidak diimbangi dengan kewajiban. Akibatnya adalah banyak pihak yang sering meminta haknya akan tetapi mereka tidak menjalankan kewajibannya. Padahal hukum yang ada merupakan sebuah peraturan tertulis saja dan akan mulai berlaku jika hukum tersebut dijalankan sebagaimana mestinya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: