Oleh: melanirahayuningsih | Oktober 6, 2010

Keagunggan seorang Ibu

Suatu hari seorang ibu melahirkan seorang bayi laki-laki yang lucu dan menggemaskan namun ada satu hal yang membuat pasangan suami istri ini bersedih, yaitu anak tersebut dinyatakan buta sejak lahir sehingga dia tidak dapat melihat indahnya dunia. Hal tersebut membuat kedua orangtuanya terutama sang ibu merasa bersedih…..
Suatu hari sang anak memasuki usia sekolah. Di sekolah dia termasuk anak yang pandai namun karena kebutaannya dia selalu diejek oleh teman-teman sekolahnya.
Saat pulang sekolah dia menghampiri sang ibu dan menangis tersedu sedan di pelukan sang ibu, melihat hal tersebut sang ibu secara langsung meneteskan air matanya.
Di malam hari sang ibu memohon kepada Allah untuk memberikan keselamatan dan kebahagiaan kepada sang anak, bahkan jika dia harus berkorban, dia merelakan kedua matanya untuk sang anak agar sang anak mampu melihat indahnya dunia walau dia tahu dengan mengorbankan matanya mungkin saja nyawanya sendiri tidak tertolong…
Akhirnya setelah beberapa tahun dia menahan hasratnya, sang ibu pun memutuskan untuk mendonorkan mata bagi sang anak.
Setelah kejadian tersebut sang ibu pun kehilangan nyawa nya karena tidak kuat menghadapi semuanya….
Namun dia berdoa, “Ya Allah biarlah ku kehilangan nyawa ku namun ku mohon kepada Mu untuk menjaganya karena ku mungkin tidak akan mampu mendampinginya hingga aku tua” setelah sang ibu mengucapkan doanya, sang ibu pun menghembuskan nafasnya…
Setelah beberapa tahun dan sang anak telah tumbuh dewasa dan menjadi seorang dokter, sang ayah menceritakan apa yang terjadi pada saat dahulu. Dengan berlinang air mata sang anak merasa bersalah dengan sang ibu….. dan berjanji akan menjaga mata dan penglihatannya dari hal-hal yang tak diinginkan

Pelajarannya adalah seorang ibu merupakan seseorang yang harus kita cintai dan hargai perjuangannya karena kasih ibu sepanjang jalan sedangkan kasih anak hanya sepanjang galah….

Cintailah Ibu kalian dan perlakukan beliau dengan sangat santun


Responses

  1. ceritanya cukup bagus teh, tapi menurut saya sebaiknya kalimat “setelah sang ibu mengucapkan doanya, sang ibu pun menghembuskan nafasnya…” diperjelas. Bisa dengan mengganti kata “nafasnya” dengan nafas terakhirnya. Agar lebih diperjelas bahwa sang ibu itu meninggal dunia. Selebihnya okeeeee🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: